Dua mahasiswa Program Studi S1 Geografi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Narendra Lukmana Putra dan Dhimas Adrie Satria, yang tergabung dalam Tim GeoVista berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI-N) GELORA API 2026. Prestasi tersebut diraih setelah keduanya mempresentasikan gagasan media pembelajaran geografi berbasis WebGIS, Google Earth, dan kecerdasan buatan dalam babak final yang diselenggarakan secara daring oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, pada 1 Oktober 2026.
Narendra dan Dhimas berhasil meraih prestasi tersebut setelah bersaing dengan 131 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui tahapan seleksi karya, tujuh tim terbaik kemudian dipilih untuk mempresentasikan sekaligus mempertahankan gagasannya di hadapan dewan juri.
GELORA API merupakan singkatan dari Gelar Olimpiade dan Ragam Karya Pendidikan Geografi. Pada 2026, kompetisi ini mengangkat tema “Optimalisasi Pembelajaran Adaptif dalam Era Pendidikan Digital melalui Pendekatan Deep Learning” dan terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang diploma serta sarjana dari seluruh Indonesia.
Menggabungkan WebGIS, Google Earth, dan AI
Dalam kompetisi tersebut, Tim GeoVista menawarkan gagasan media pembelajaran geografi berbasis Web Geographic Information System (WebGIS) yang memadukan Google Earth dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Gagasan ini dirancang untuk mendorong peserta didik mempelajari berbagai fenomena geosfer secara lebih interaktif.
AI dalam konsep tersebut tidak berfungsi memberikan jawaban secara langsung. Sistem akan memberikan petunjuk yang mengarahkan peserta didik untuk mengeksplorasi lokasi dan objek melalui Google Earth, menganalisis informasi yang ditemukan, kemudian menyusun jawabannya secara mandiri.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif. Peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam proses observasi, eksplorasi, dan pemecahan masalah dengan memanfaatkan teknologi geospasial.
Ide itu berawal dari ketertarikan Narendra terhadap pengembangan media pembelajaran geografi berbasis teknologi. Bersama Dhimas, ia kemudian menyusun gagasan tersebut menjadi karya tulis ilmiah dengan memperhatikan rancangan sistem, alur penggunaan, kebutuhan pengembangan, hingga kemungkinan penerapannya dalam pembelajaran.
Pengalaman Pertama Berbuah Prestasi
Kompetisi ini menjadi pengalaman pertama bagi Narendra dan Dhimas mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Keduanya mulai mengerjakan karya sejak akhir semester empat dan memanfaatkan masa libur perkuliahan untuk melakukan diskusi, menyusun naskah, serta mematangkan konsep.
Setelah mengirimkan karya, mereka menunggu sekitar satu bulan hingga dinyatakan lolos ke babak final. Pada tahap tersebut, Tim GeoVista harus mempresentasikan gagasannya sekaligus menjawab pertanyaan dewan juri mengenai alur kerja sistem, waktu dan biaya pengembangan, serta rencana penerapan media pembelajaran tersebut.
“Jujur, kami sangat terkejut karena presentasi tim lain terlihat matang. Kami sempat merasa berada di bawah mereka,” ungkap keduanya.
Meskipun sempat merasa kurang percaya diri, Narendra dan Dhimas mampu mempertahankan gagasan mereka hingga ditetapkan sebagai peraih Juara I. Hasil tersebut menjadi pencapaian yang berkesan karena diraih dalam pengalaman pertama mereka mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah tingkat nasional.
Selama proses kompetisi, keduanya juga berdiskusi dengan dosen untuk mematangkan konsep dan memperoleh masukan terhadap gagasan yang dikembangkan. Proses tersebut membantu mereka menyusun karya secara lebih sistematis sekaligus mempersiapkan argumentasi ketika menghadapi dewan juri.
Selain menghasilkan prestasi, kompetisi ini memberikan pengalaman dalam penulisan ilmiah, kerja sama tim, menjaga komitmen, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur. Narendra dan Dhimas juga terdorong untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum setelah mengikuti presentasi final.
Berpeluang Dikembangkan Menjadi Riset Lanjutan
Gagasan yang dibawa Tim GeoVista saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan pengembangan prototipe. Narendra dan Dhimas berencana menyempurnakan konsep tersebut agar dapat diterapkan secara langsung dalam proses pembelajaran.
“Kami ingin mengembangkan web ini agar lebih matang, kemudian menerapkannya langsung kepada peserta didik agar efektivitasnya bisa diukur,” ujar Narendra.
Pengembangan selanjutnya dapat mencakup penyempurnaan fitur, pengujian kepada pengguna, serta pengukuran efektivitas media dalam membantu peserta didik memahami materi geografi. Gagasan tersebut juga berpeluang dilanjutkan menjadi penelitian tugas akhir maupun riset yang melibatkan dukungan pendanaan.
Keberhasilan Tim GeoVista menunjukkan bahwa keberanian mencoba dan kemauan melampaui batas diri dapat membuka kesempatan meraih prestasi. Capaian Narendra dan Dhimas sekaligus memperlihatkan potensi mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang memadukan bidang geografi dan teknologi digital.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Ika Afianita, Narendra Lukmana Putra & Dhimas Adrie Satria
#Prestasi #Prodi/S1Geografi


