UNSIQ Wonosobo Pelajari Pengelolaan Alumni dan Kehumasan di Amikom

UNSIQ Wonosobo Pelajari Pengelolaan Alumni dan Kehumasan di Amikom

Yogyakarta – Universitas AMIKOM Yogyakarta menerima kunjungan benchmarking Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ), Wonosobo, di Ruang Citra, Selasa (13/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan alumni dan kehumasan, serta layanan akademik, kemahasiswaan, sumber daya manusia, dan tata kelola perguruan tinggi.

 

Melalui pertemuan tersebut, perwakilan Universitas AMIKOM Yogyakarta membagikan praktik pengelolaan layanan dari sejumlah unit. Pembahasan berlangsung melalui pemaparan dan dialog agar peserta dapat mendalami proses kerja serta mempertimbangkan penerapannya sesuai kebutuhan institusi.

 

Dalam sambutannya, perwakilan UNSIQ menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mempelajari pengelolaan alumni dan kehumasan. Rombongan berharap memperoleh referensi yang dapat menjadi bahan pengembangan layanan di lingkungan UNSIQ.

 

Ketertarikan terhadap pengelolaan alumni menjadi salah satu perhatian utama. Peserta mendiskusikan langkah membangun jejaring, mengembangkan organisasi alumni, serta memperkuat pendataan dan komunikasi dengan lulusan.

 

Pengelolaan Alumni dan Pengembangan Layanan Akademik

 

Direktur Direktorat Business Placement Center dan Alumni Universitas AMIKOM Yogyakarta, Kusnawi, S.Kom., M.Eng., menjelaskan bahwa pengelolaan alumni berkaitan dengan proses mempersiapkan mahasiswa sejak masih menjalani perkuliahan hingga memasuki dunia kerja.

 

Pembahasan mencakup tracer study untuk mengetahui perkembangan lulusan serta survei pengguna alumni sebagai masukan bagi perguruan tinggi. Informasi tersebut dapat mendukung evaluasi program studi dan pengembangan layanan karier.

 

Kusnawi juga membagikan pengalaman membangun hubungan dengan alumni melalui koordinator wilayah. Jejaring tersebut menjadi sarana komunikasi dan pengembangan kegiatan bersama, sekaligus membuka ruang kontribusi alumni bagi kampus dan mahasiswa.

 

Pada bidang akademik, Direktur Direktorat Administrasi, Akademik dan Kemahasiswaan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Dr. Mei Parwanto Kurniawan, S.Kom., M.Kom., memaparkan pengembangan layanan yang berorientasi pada kemudahan dan kecepatan. Materi meliputi validasi data mahasiswa, integrasi sistem informasi, evaluasi pelayanan, serta pelaksanaan yudisium otomatis.

 

Ia menjelaskan bahwa masukan pengguna layanan menjadi bahan untuk memperbaiki proses administrasi akademik. Diskusi turut membahas hubungan antara penetapan kelulusan, pelaporan data pendidikan tinggi, dan proses penyediaan dokumen kelulusan.

 

Pengembangan SDM, Kemahasiswaan, dan Identitas Institusi

 

Pada bidang sumber daya manusia, peserta memperoleh penjelasan mengenai pembagian tugas, penugasan dosen untuk membantu satuan kerja, evaluasi kinerja, dan pengembangan karier dosen. Pembahasan juga mencakup pemanfaatan layanan digital untuk menyediakan informasi kepegawaian serta pendampingan sertifikasi dan jabatan akademik.

 

Pelibatan mahasiswa sebagai student staff turut menjadi perhatian. Program tersebut membantu kebutuhan operasional unit sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja. Peserta mendiskusikan perekrutan, masa penugasan, dan pentingnya menjaga penyelesaian studi mahasiswa.

 

Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Suyatmi, S.E., M.M., menjelaskan bidang layanan kemahasiswaan yang mencakup kesejahteraan, kegiatan organisasi, peningkatan prestasi, dan kewirausahaan. Ia juga memaparkan peran komunitas mahasiswa dalam mendukung pengembangan kegiatan dan budaya kewirausahaan di kampus.

 

Sementara itu, sesi kehumasan membahas konsistensi identitas visual melalui pedoman penggunaan logo, warna, tipografi, dan elemen desain. Pengelolaan konten juga perlu menyesuaikan karakter kanal kelembagaan dan penerimaan mahasiswa baru, dengan tetap menjaga keselarasan pesan pada berbagai media.

 

Peserta turut mendalami koordinasi tim produksi, penjadwalan konten, hubungan dengan media, serta pembagian tanggung jawab dalam publikasi dan administrasi kerja sama. Diskusi tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi antarunit untuk mendukung layanan dan komunikasi institusi.

 

Pada akhir pertemuan, perwakilan UNSIQ menyampaikan bahwa hasil benchmarking akan menjadi bahan masukan bagi pimpinan dan yayasan, terutama mengenai kebutuhan sumber daya manusia serta pengembangan pengelolaan layanan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama, disertai harapan agar silaturahmi serta pertukaran pengalaman antarkedua perguruan tinggi terus berlanjut.

 

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional