Universitas AMIKOM Yogyakarta menerima kunjungan delegasi Faculty of Informatics, Eötvös Loránd University (ELTE), Budapest, Hungaria, untuk menjajaki kerja sama riset, pembelajaran, dan mobilitas akademik. Pertemuan berlangsung di Ruang Meeting Internasional 2.2.8, Kamis (5/11/2026), melalui diskusi mengenai kapasitas penelitian kedua institusi dan peluang kegiatan bersama.
Delegasi ELTE terdiri atas Dr. Rita Takács, Kepala Student Support Centre, Faculty of Informatics, serta Gabriella Nagy, psikolog pada pusat tersebut. Keduanya disambut oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D.; Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Prof. Dr. Kusrini, S.Kom., M.Kom.; serta Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Ema Utami, S.Si., M.Kom.
Pertemuan juga dihadiri Dr. Mujiyanto, M.Kom., Direktur Produksi sekaligus Chief Technology Officer (CTO) PT GIT Solution. Turut hadir Gardyas Bidari Adninda, S.T., M.A., dosen Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota; Rumini, M.Kom., Kepala Seksi Kemitraan dan Mutu Internal Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional (DKUI); serta Yohanes William Santoso, S.Hub.Int., M.Hub.Int., staf Kerja Sama dan Urusan Internasional DKUI sekaligus dosen Program Studi S1 Hubungan Internasional.

Memetakan Peluang Riset dan Pembelajaran Bersama
Dalam pemaparan mengenai Universitas AMIKOM Yogyakarta, Arief memperkenalkan bidang pendidikan, jejaring internasional, dan sejumlah penelitian yang sedang dikembangkan. Salah satu pembahasan berfokus pada pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI dalam drone pertanian untuk mengidentifikasi kondisi tanaman dan mendukung penyemprotan pupuk secara selektif.
Pengembangan tersebut mempertimbangkan keterbatasan daya dan kapasitas angkut drone. Model AI perlu dibuat lebih ringan agar dapat dijalankan melalui perangkat komputasi berukuran kecil, dengan tetap memperhatikan kebutuhan energi selama penerbangan.
Pemaparan riset menjadi pintu masuk untuk mengenali kesesuaian kepakaran kedua institusi. Diskusi juga membuka kemungkinan penelitian yang menghubungkan teknologi dengan aspek psikologi, perilaku manusia, dan pengalaman pembelajaran.
Kedua pihak membahas peluang kolaborasi melalui skema Erasmus+ serta proyek penelitian Horizon. Pengalaman kerja sama yang sudah dijalankan masing-masing institusi menjadi bahan pertimbangan untuk memetakan bentuk kegiatan dan sumber pendanaan yang dapat dijajaki.
Selain riset bersama, pertemuan membahas kemungkinan pertukaran peneliti dan mahasiswa doktoral. Ketersediaan topik, kebutuhan data, pembimbing, serta dukungan pembiayaan menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan mobilitas akademik tersebut.
Membahas Pemanfaatan AI dalam Pendidikan
Penggunaan AI dalam pembelajaran turut menjadi perhatian dalam diskusi. Para peserta bertukar pandangan mengenai cara memanfaatkan teknologi tersebut sambil menjaga kemampuan berpikir mandiri dan pemahaman mahasiswa terhadap tugas yang mereka kerjakan.
Pembahasan mencakup kebijakan penggunaan AI sesuai karakter mata kuliah serta metode evaluasi untuk memastikan penguasaan materi. Ujian lisan dan evaluasi tertulis menjadi beberapa pendekatan yang dibicarakan untuk menilai kesesuaian antara pekerjaan mahasiswa dan pemahamannya.
Diskusi juga menyoroti kebutuhan pengembangan keterampilan mahasiswa di tengah perubahan teknologi. Kemampuan analisis, komunikasi, dan pengambilan keputusan tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan persiapan memasuki dunia kerja.
Sebagai langkah awal kolaborasi, kedua pihak membicarakan penyelenggaraan kuliah daring bersama. Bentuk kegiatan ini memungkinkan dosen dan mahasiswa bertukar pengetahuan sekaligus mengenali bidang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Pertemuan ditindaklanjuti dengan rencana komunikasi melalui email untuk mempertemukan peneliti yang memiliki minat sejalan, merumuskan topik kegiatan, dan membahas rancangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penjajakan tersebut diharapkan membuka kesempatan pembelajaran dan penelitian bersama bagi sivitas akademika kedua institusi.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional