
Universitas AMIKOM Yogyakarta menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-32 pada Senin, 12 Oktober 2026, di Kampus Universitas AMIKOM Yogyakarta. Mengusung tema “Creativity for Society”, kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan institusi sekaligus memperkuat arah pengembangan kreativitas, inovasi, dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sidang dibuka oleh Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., dan dihadiri jajaran Yayasan Amikom Yogyakarta, pimpinan universitas, senat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra industri, serta perwakilan pemerintah dan perguruan tinggi.
Rangkaian Dies Natalis ke-32 sebelumnya diisi dengan perlombaan 17 Agustus, Running Chef, kompetisi bulu tangkis, serta kompetisi e-sport bagi pelajar SMA dan SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Puncak rangkaian kegiatan meliputi Sidang Terbuka Senat dan program Amikom Berbagi.
Panitia menjelaskan bahwa tema “Creativity for Society” menggambarkan semangat kolaborasi antara universitas dan masyarakat. Kreativitas tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya, tetapi juga menghadirkan solusi dan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M. memaparkan peran perguruan tinggi sebagai penggerak ekonomi kreatif dan inovasi. Universitas AMIKOM Yogyakarta mengembangkan konsep open innovation university dengan menghubungkan pendidikan, penelitian, kewirausahaan, industri kreatif, pemerintah, komunitas, media, dan mitra global.
Menurutnya, mahasiswa perlu dipersiapkan tidak hanya menjadi ilmuwan dan profesional, tetapi juga wirausahawan serta kreator yang mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi dan sosial. Pengembangan tersebut didukung melalui Amikom Creative Economy Park, Amikom Business Park, perusahaan rintisan, serta hilirisasi penelitian.
Rektor juga menyampaikan capaian Universitas AMIKOM Yogyakarta dalam World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. AMIKOM menempati peringkat ke-67 dunia secara keseluruhan, peringkat ke-7 untuk Visionary Leadership, ke-21 untuk Student Mobility and Openness, ke-13 untuk ekosistem kewirausahaan, ke-15 untuk Entrepreneurial Project, ke-4 dalam manajemen efektif dari sisi biaya, ke-63 untuk pendanaan keberlanjutan, serta ke-34 dalam penerapan industri.
Pada sektor industri kreatif, AMIKOM terus mendorong hilirisasi karya dan penelitian melalui pengembangan teknologi, perusahaan rintisan, produksi animasi, serta jaringan perfilman internasional. Salah satu proyek yang dikembangkan ialah film animasi Ajisaka yang memanfaatkan kecerdasan buatan dalam proses pascaproduksi.
Ketua Pengurus Yayasan Amikom Yogyakarta, Heri Sismoro, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa usia 32 tahun menjadi penanda kedewasaan institusi sekaligus hasil kerja panjang seluruh sivitas akademika. Ia menyoroti akreditasi institusi berpredikat Unggul yang diikuti dua program studi dengan predikat serupa. Yayasan menargetkan lebih dari 50 persen program studi meraih predikat Unggul saat AMIKOM memasuki Dies Natalis ke-35.
“AMIKOM tidak boleh hanya tumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi harus hadir menjadi solusi, penggerak ekonomi kreatif, dan pencetak generasi unggul bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Kreativitas untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta dalam sambutan yang dibacakan Ketua Tim Kerja Kelembagaan, Zanuar Fahrusi, S.T., menyampaikan bahwa tema “Creativity for Society” relevan dengan tantangan pendidikan tinggi. Kreativitas perguruan tinggi perlu diwujudkan menjadi inovasi yang mampu menyelesaikan persoalan sosial, memperluas kesempatan ekonomi, dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Inovasi terbaik bukan sekadar canggih, melainkan relevan, dapat dimanfaatkan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
LLDIKTI Wilayah V turut mengapresiasi perkembangan sumber daya manusia dan budaya penelitian di AMIKOM. Universitas saat ini didukung empat guru besar, 18 lektor kepala, 158 lektor, 59 asisten ahli, dan 39 tenaga pengajar. Sebanyak 35 dosen telah menempuh pendidikan doktor dan 243 dosen berpendidikan magister.
Pada 2026, Universitas AMIKOM Yogyakarta memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar Rp2.745.244.000 untuk 17 judul penelitian dan satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sidang Terbuka Senat juga menghadirkan orasi ilmiah Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas AMIKOM Yogyakarta, Hanif Al Fatta, M.Kom., Ph.D. Orasi berjudul “Model Ekosistem Inovasi Komputasi Berdampak: Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan, Interaksi Manusia-Komputer, dan Keunggulan Bersaing untuk Pembangunan Berkelanjutan” membahas pengukuran dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari kehadiran perguruan tinggi.
“Pertanyaan utamanya bukan lagi apa yang dihasilkan oleh kampus, tetapi perubahan apa yang benar-benar terjadi karena pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan oleh kampus tersebut,” jelas Hanif.
Ia menawarkan model ekosistem inovasi berbasis tiga pilar: inteligensia komputasional terapan, kewirausahaan berbasis pengetahuan, serta pemberdayaan dan tata kelola inklusif. Contoh inovasi yang disampaikan meliputi kecerdasan buatan untuk membaca gerak bibir dan klasifikasi bahasa isyarat, sistem keselamatan pengunjung pantai menggunakan drone pelampung, kursi roda pintar berbasis Internet of Things, pengelolaan indekos pintar, dan teknologi pemantauan ternak.
Hanif turut menyoroti tantangan hilirisasi penelitian, khususnya kesenjangan kemudahan penggunaan teknologi, keterpisahan data antarlembaga, serta keterbatasan pendanaan dan mitra yang menyebabkan prototipe berhenti di laboratorium. Pengembangan teknologi, menurutnya, harus disertai pengukuran dampak yang konsisten, terbuka, dan berkelanjutan.

Apresiasi Dosen dan Penyerahan Beasiswa
Universitas AMIKOM Yogyakarta memberikan penghargaan kepada empat dosen yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral, yaitu Dr. Barka Satya, S.Kom., M.Kom.; Afrig Aminuddin, S.Kom., M.Eng., Ph.D.; Dr. Hartatik, S.T., M.Cs.; dan Dr. Wiji Nurastuti, S.E., M.T., CRP. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Rektor sebagai apresiasi atas komitmen mereka dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

AMIKOM juga menyerahkan dan mengumumkan beasiswa dari sejumlah mitra dengan total Rp402.607.500. Keluarga Jaringan Alumni Amikom memberikan Rp50.382.500 kepada 17 mahasiswa, PT MSV Outdoor Rp9.225.000 kepada lima mahasiswa, dan Koperasi Citramas Rp85 juta kepada 38 mahasiswa. Dukungan lain berasal dari Bank Muamalat Rp18 juta, Bank BPD DIY Rp60 juta, Bank BRI Rp130 juta, serta Bank Syariah Indonesia Rp50 juta.
Rangkaian acara turut diisi pemutaran kilas balik perjalanan AMIKOM, peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2027/2028, dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur. Melalui Dies Natalis ke-32, AMIKOM menegaskan arah pengembangan sebagai perguruan tinggi yang menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, ekonomi kreatif, dan kebutuhan masyarakat. Semangat “Creativity for Society” diharapkan menjadi dasar untuk menghasilkan karya yang relevan, dapat diterapkan, dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Baharuddinn Yusuf