Tiga mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta meraih Juara 1 kategori Hackathon dalam kompetisi nasional IT FEST 6.0 Universitas Paramadina di Jakarta, 12 Oktober 2026. Prestasi tersebut diraih melalui pengembangan dan presentasi DisaEdu, platform edukasi berbasis web yang dirancang untuk menyediakan pembelajaran berbasis video bagi anak penyandang disabilitas intelektual.
IT FEST 6.0 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMTI) bersama Program Studi Teknik Informatika Universitas Paramadina dengan tema “Human-Centered AI: Transforming the World with Integrity”. Festival ini membuka tiga kategori kompetisi bagi mahasiswa, yaitu Hackathon, Internet of Things (IoT), dan Karya Tulis Ilmiah. Pada kategori Hackathon, peserta mengikuti seleksi proposal, mengembangkan produk, kemudian mempresentasikan gagasan dan karya secara langsung di hadapan juri pada babak final.
Tim tersebut beranggotakan Zaki Eka Saputra dan Unzurna Zahira Wiyanda dari Program Studi S1 Informatika, serta Melsindy Aulia Febiola dari Program Studi S1 Sistem Informasi. Ketiganya tergabung dalam Amikom Computer Club dan mengembangkan DisaEdu untuk menghimpun materi pembelajaran berbasis video sesuai kebutuhan penggunanya. Tim berhasil meraih peringkat pertama setelah bersaing dengan empat tim lain dalam babak final yang diikuti lima finalis kategori Hackathon.

Mengembangkan DisaEdu dari Kepedulian terhadap Kebutuhan Belajar Anak
Zaki menjelaskan bahwa gagasan DisaEdu muncul setelah tim bertemu seorang anak penyandang disabilitas intelektual dalam sebuah kunjungan. Pengalaman tersebut mendorong mereka memikirkan pemanfaatan teknologi untuk membantu menyediakan pembelajaran yang mempertimbangkan kebutuhan anak.
Tim kemudian merancang platform edukasi berbasis video. Melalui DisaEdu, mereka ingin menghadirkan materi pembelajaran yang dapat diakses melalui situs dengan pendekatan yang disesuaikan bagi anak penyandang disabilitas intelektual.
Gagasan itu mereka tuangkan dalam proposal untuk mengikuti tahap penyisihan. Setelah dinyatakan lolos, tim melanjutkan pengembangan situs agar dapat diperlihatkan pada babak final. Proses tersebut menuntut mereka menerjemahkan ide menjadi produk sekaligus menyiapkan penjelasan mengenai persoalan, sasaran pengguna, dan manfaat yang ingin ditawarkan.
Persiapan berlangsung hingga perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta. Menurut Zaki, tim masih mengerjakan kode situs di bus dan terminal untuk menyelesaikan kebutuhan presentasi.
“Kami sampai menyempatkan mengerjakan web dan mengoding di bus, di terminal,” tutur Zaki.
Pada sesi pitching, tim menjelaskan latar belakang DisaEdu serta pendekatan pembelajaran berbasis video yang mereka tawarkan. Produk yang dikembangkan menjadi bagian dari presentasi untuk menunjukkan bagaimana gagasan tersebut diterapkan dalam sebuah situs.
Menurut Zaki, juri menilai ide DisaEdu unik. Juri juga mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana tim dapat membantu orang tua mengenali kebutuhan anak dan memahami peran platform tersebut dalam proses pembelajaran.
Setelah seluruh presentasi selesai, pengumuman pemenang berlangsung pada hari yang sama. Zaki mengaku terkejut ketika timnya dinyatakan sebagai juara pertama. Ia menuturkan bahwa beberapa tim lawan telah berpengalaman mengikuti kompetisi dan meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Jujur, kami terkejut sekali. Kami tidak menyangka karena tim lawan banyak yang sudah sering mengikuti lomba dan sudah meraih juara nasional, bahkan internasional,” ungkapnya.
Pencapaian ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi, dan meraih prestasi. Melalui karya yang berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, mahasiswa diharapkan turut menghadirkan manfaat dari ilmu yang dipelajari.

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional