Kaprodi S1-Informatika Ikuti Erasmus+ di Polandia, Belajar Penerapan Teknologi Dalam Penanganan Kebakaran

Kaprodi S1-Informatika Ikuti Erasmus+ di Polandia, Belajar Penerapan Teknologi Dalam Penanganan Kebakaran

Ketua Program Studi S1 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Eli Pujastuti, M.Kom., mengikuti program Erasmus+ Staff Mobility for Training di Fire University, Warsawa, Polandia, pada 12–16 Oktober 2026. Melalui pemaparan akademik dan kunjungan fasilitas pelatihan, Eli mempelajari penerapan teknologi dalam penanganan kebakaran serta memperoleh wawasan untuk pengembangan pembelajaran Informatika.

 

Eli mengikuti kegiatan bersama Gardyas Bidari Adninda, S.T., M.A., dari Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Aditya Maulana Hasymi, S.IP., M.A., dari Program Studi S1 Hubungan Internasional, Fakultas Ekonomi dan Sosial. Keikutsertaan dalam program tersebut melalui proses pendaftaran dan seleksi sebelum memperoleh persetujuan dari Fire University.

 

Program mobilitas ini memberikan kesempatan kepada staf perguruan tinggi untuk mengembangkan kompetensi dan bertukar pengalaman di institusi mitra. Bersama peserta dari Kosovo dan Bulgaria, delegasi mengenal sistem pendidikan, penelitian, serta fasilitas Fire University dalam menyiapkan tenaga pemadam kebakaran dan penyelamatan.

 

Informatika untuk Menjangkau Area Berbahaya

 

Bagi Eli, pengalaman di Fire University memperlihatkan hubungan erat antara Informatika dan teknologi penanganan kebakaran. Pengetahuan yang dipelajari mahasiswa dapat dikembangkan untuk membantu petugas menghadapi kondisi berbahaya di lapangan.

 

Ia menyoroti penggunaan robot untuk menjangkau area yang berisiko dimasuki manusia. Robot dapat membantu inspeksi melalui kamera, membawa peralatan yang berat, serta mendukung pekerjaan di lokasi yang sulit dijangkau petugas.

 

“Banyak teknologi yang ada hubungannya dengan ilmu Informatika,” ujar Eli.

 

Menurutnya, penerapan tersebut berkaitan dengan sejumlah bidang pembelajaran di Program Studi S1 Informatika, seperti Internet of Things (IoT), mikrokontroler, rekayasa perangkat lunak, pemrograman, kecerdasan artifisial, dan computer vision. Pengalaman melihat penggunaannya memberikan gambaran mengenai bagaimana kemampuan komputasi dapat menjawab kebutuhan keselamatan masyarakat.

 

Eli juga memperoleh pengenalan mengenai fasilitas pengujian bahan dan perlengkapan keselamatan. Pakaian serta helm pemadam kebakaran, misalnya, diuji ketahanannya terhadap panas untuk menilai kelayakan penggunaannya.

 

Belajar dari Pendidikan yang Komprehensif

 

Selain teknologi, Eli terkesan dengan pendekatan pendidikan Fire University yang menghubungkan keterampilan lapangan dengan pengetahuan ilmiah. Peserta didiknya mempelajari teknik pemadaman, pertolongan pertama, serta dasar fisika dan kimia yang berkaitan dengan proses kebakaran.

 

Menurut Eli, pendekatan tersebut membantu membentuk lulusan yang memahami tindakan teknis sekaligus alasan ilmiah di baliknya. Penelitian para profesor juga berkaitan dengan kebutuhan pengembangan kemampuan dan peralatan penyelamatan.

 

Pengalaman ini menjadi bahan refleksi bagi pembelajaran Informatika. Penguasaan teknologi perlu disertai pemahaman terhadap persoalan yang hendak diselesaikan, sehingga mahasiswa dapat melihat manfaat dari perangkat lunak maupun sistem yang mereka kembangkan.

 

Melalui pengenalan teknologi penyelamatan, Eli melihat contoh bagaimana berbagai bidang ilmu saling melengkapi. Kemampuan pemrograman, pengolahan data, dan pengembangan perangkat dapat berkontribusi dalam pekerjaan yang berhubungan langsung dengan keselamatan manusia.

 

Membuka Kesempatan Belajar bagi Mahasiswa

 

Tindak lanjut kerja sama dengan Fire University juga mencakup mobilitas mahasiswa. Eli menyampaikan bahwa seorang mahasiswa Informatika yang disebut Seno telah terpilih melalui seleksi untuk mengikuti pembelajaran selama satu semester pada semester genap tahun akademik 2026/2027.

 

Ia berharap kesempatan tersebut memberikan pengalaman mengenai sistem pembelajaran, kurikulum, dan budaya di negara tujuan. Pengalaman mahasiswa yang mengikuti program internasional juga diharapkan mendorong mahasiswa lain untuk mempersiapkan diri meraih kesempatan serupa.

 

Selain itu, pertemuan dengan peserta dari Kosovo dan Bulgaria membuka ruang penjajakan jejaring baru. Eli berharap hubungan yang terbangun selama program dapat menjadi pintu bagi pengembangan kerja sama dengan institusi lain.

 

Melalui Erasmus+ Staff Mobility for Training, Eli memperoleh wawasan tentang penerapan Informatika dalam penanganan kebakaran sekaligus pembelajaran yang menghubungkan teori dengan kebutuhan lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memperkaya perspektif pendidikan dan mendorong mahasiswa mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Eli Pujastuti