Siswa SMA Mutiara Persada mengikuti kunjungan edukatif ke Universitas Amikom Yogyakarta pada Rabu, 30 September 2026. Melalui pemaparan materi, dialog interaktif, dan pengenalan berbagai karya, peserta memperoleh referensi mengenai pendidikan tinggi, pilihan program studi, pengembangan kompetensi, serta peluang karier pada era digital.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Mutiara Persada, Rahma Dewi Agustin, M.A., mengajak para siswa memanfaatkan kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan mengenal lingkungan perguruan tinggi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan membantu peserta mempersiapkan pilihan setelah menyelesaikan pendidikan di SMA.
“Kita akan belajar bersama di Universitas Amikom Yogyakarta. Materi yang diperoleh nantinya dapat menjadi referensi untuk menentukan pilihan setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Mutiara Persada,” ujar Rahma.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga ketertiban dan kebersihan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Sikap tersebut menjadi bagian dari proses belajar sekaligus bentuk tanggung jawab ketika berada di lingkungan baru.
Sambutan sekaligus pemaparan materi dari Universitas Amikom Yogyakarta disampaikan oleh Staf Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional, Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom. Ia mengawali materi dengan menceritakan perjalanan Universitas Amikom Yogyakarta yang berkembang secara bertahap sejak didirikan pada 1994.
Perjalanan tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa sebuah institusi dapat berkembang melalui mimpi, kerja keras, dan konsistensi. Andra mendorong para siswa agar tidak mudah meninggalkan cita-cita meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan.
“Teman-teman yang mempunyai mimpi jangan patah semangat dan jangan melepaskan mimpi tersebut. Kita harus terus berusaha membuktikan bahwa kita mampu meraihnya,” pesan Andra.
Peserta kemudian memperoleh gambaran mengenai program pendidikan yang tersedia di lingkungan Universitas Amikom Yogyakarta. Bidang yang diperkenalkan mencakup teknologi informasi, animasi, permainan digital, keamanan siber, bisnis digital, komunikasi, hubungan internasional, ekonomi, arsitektur, serta perencanaan wilayah dan kota.
Pemaparan juga mengenalkan fasilitas pembelajaran melalui materi audiovisual, seperti laboratorium multimedia, pemrograman, robotika, green screen, podcast, perpustakaan, Cinema, dan laboratorium berbasis teknologi RTX. Fasilitas tersebut mendukung pembelajaran yang menghubungkan teori, praktik, proyek, dan kebutuhan industri.
Andra menjelaskan bahwa proses pendidikan tinggi tidak hanya berlangsung melalui kegiatan perkuliahan. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan melalui magang, kompetisi, mobilitas internasional, organisasi, produksi karya, kegiatan kewirausahaan, serta komunitas sesuai bidang yang diminati.
Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta diajak menyampaikan rencana setelah lulus. Sejumlah siswa mengungkapkan ketertarikan pada bidang teknik dan ilmu komunikasi. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan dapat dimulai sejak SMA dengan mengenali minat, kemampuan, dan bidang yang ingin dikembangkan.
Peserta turut dikenalkan dengan lingkungan industri kreatif di bawah Yayasan Amikom Yogyakarta. Ekosistem tersebut mencakup bidang penyiaran, animasi, pengembangan perangkat lunak, layanan jaringan, teknologi imersif, dan pendampingan perusahaan rintisan.
Berbagai karya mahasiswa dan alumni diperkenalkan sebagai contoh penerapan kemampuan yang dibangun selama pendidikan. Peserta memperoleh gambaran mengenai pengembangan situs web, animasi, permainan digital, teknologi interaktif, produksi film, hingga inovasi yang membantu kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan alumni Universitas Amikom Yogyakarta dalam produksi film animasi Jumbo turut diperkenalkan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa keterampilan dan portofolio yang dikembangkan selama kuliah dapat membuka kesempatan untuk terlibat dalam industri kreatif nasional.
Peserta juga menyaksikan trailer film animasi Battle of Surabaya. Film tersebut mengangkat peristiwa 10 November melalui sudut pandang seorang anak bernama Musa sekaligus membawa pesan mengenai keberanian, kemanusiaan, dan perdamaian.
Selain menjadi karya audiovisual, Battle of Surabaya dikembangkan melalui festival dan berbagai produk turunan. Peserta kemudian menyaksikan trailer animasi tiga dimensi Ajisaka sebagai contoh pengembangan cerita yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Jawa.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama antara SMA Mutiara Persada dan Universitas Amikom Yogyakarta. Peserta selanjutnya mengikuti pengarahan untuk mengenal lingkungan kampus.
Kunjungan tersebut diharapkan membantu siswa SMA Mutiara Persada memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, industri kreatif, dan peluang karier. Wawasan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi peserta dalam merencanakan pendidikan serta masa depan sesuai minatnya.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional