Pandu Rijal, Dari Pengembang Perangkat Lunak ke Kampus di Jerman

Pandu Rijal, Dari Pengembang Perangkat Lunak ke Kampus di Jerman

Ketua Program Studi S1 Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta, Eli Pujastuti, M.Kom., bertemu dengan alumni S1 Informatika, Pandu Rijal Pasa, di Mannheim, Jerman, pada 19 Oktober 2026. Keduanya berbincang mengenai pengalaman Pandu bekerja sebagai software engineer untuk klien internasional, persiapannya melanjutkan studi magister, serta kehidupan akademik yang dijalaninya di Jerman.

 

Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian perjalanan Eli setelah mengikuti Erasmus+ Staff Mobility for Training di Fire University, Warsawa, Polandia, pada 12–16 Oktober 2026. Eli memanfaatkan kesempatan itu untuk mendengar langsung perjalanan alumni sekaligus menggali pengalaman yang dapat dibagikan kepada mahasiswa Informatika.

 

Dalam percakapan tersebut, Pandu menceritakan alasannya memilih Jerman, pembiayaan pendidikan dari hasil bekerja, serta proses pencocokan mata kuliah untuk melanjutkan studi. Keduanya juga membahas pesan bagi mahasiswa yang ingin membangun karier dan meraih kesempatan belajar di luar negeri.

 

Perjalanan Karier Pandu di bidang pengembangan perangkat lunak

Berasal dari Bantul, Pandu kini menempuh pendidikan magister bidang Informatika di RPTU Kaiserslautern-Landau. Sebelum kembali menjadi mahasiswa, ia telah membangun karier di bidang pengembangan perangkat lunak selama kurang lebih sepuluh tahun.

 

Pandu mulai bekerja sejak sebelum menyelesaikan kuliah di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Pengalamannya kemudian berkembang melalui pekerjaan secara remote dengan klien internasional, termasuk dari Eropa dan Amerika Serikat.

 

Ia menekuni pengembangan aplikasi web dan mobile dengan teknologi seperti React.js, React Native, JavaScript, dan TypeScript. Sejumlah proyek yang dikembangkannya antara lain Tokoflix, aplikasi bertema marketplace film; Loremi, aplikasi pembuat teks contoh untuk kebutuhan desain dan pengembangan web; serta React Giphy, aplikasi pencarian gambar GIF.

 

Pandu juga berbagi pengetahuan melalui tulisan mengenai pemrograman, mulai dari JavaScript dan CSS hingga debugging. Pengalaman mengembangkan aplikasi menjadi bahan untuk membahas persoalan teknis dan keterampilan yang dibutuhkan pengembang.

 

Selain itu, Pandu merupakan Co-Founder Vibecoding.id, yang menyelenggarakan kegiatan berbagi pengalaman pengembangan perangkat lunak menggunakan AI. Pendekatan vibe coding memanfaatkan instruksi bahasa sehari-hari untuk membantu AI menghasilkan atau menyesuaikan kode.

 

Pengalaman Internasional yang Menumbuhkan Tujuan Baru

Pekerjaan dengan klien internasional mempertemukan Pandu dengan kebutuhan dan praktik pengembangan perangkat lunak dalam lingkungan global. Pengalaman itu juga menumbuhkan keinginan untuk mengenal lebih dekat negara tempat para kliennya berada.

 

Keinginan melanjutkan pendidikan di luar negeri sebenarnya telah ada, meskipun pada awalnya belum mengarah pada negara tertentu. Seiring perjalanan kariernya, tujuan tersebut semakin terbentuk hingga mengerucut ke Eropa.

 

Jerman kemudian menjadi pilihan karena ketertarikannya pada riset terapan yang terhubung dengan perusahaan global. Melalui studi magister, Pandu ingin memperdalam keilmuan sekaligus memahami bagaimana penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan industri.

 

Untuk mewujudkannya, ia menggunakan tabungan hasil bekerja sebagai software engineer. Pendidikan tersebut ditempuh dengan biaya pribadi, tanpa beasiswa. Karier yang dibangun selama bertahun-tahun menjadi sumber pengalaman sekaligus modal untuk mengambil langkah berikutnya dengan melanjutkan studi di di RPTU Kaiserslautern-Landau.

 

 

Berawal dari Mimpi, Dijalani dengan Persiapan

“Mulailah dengan bermimpi,” pesan Pandu yang disampaikan kembali oleh Eli setelah pertemuan mereka.

 

Kalimat tersebut merangkum perjalanan yang diikuti berbagai langkah konkret. Pandu membangun keterampilan, mengerjakan proyek, memperoleh pengalaman internasional, dan menyiapkan tabungan sebelum memutuskan melanjutkan studi.

 

Pertemuan di Mannheim menghadirkan cerita tentang pilihan yang dapat tumbuh dari kompetensi Informatika. Pekerjaan jarak jauh membuka hubungan profesional lintas negara, sementara pengalaman industri melahirkan pertanyaan dan keinginan untuk belajar lebih jauh.

 

Salah satu hal menarik dari pertemuan tersebut adalah cerita Pandu mengenai proses pencocokan mata kuliah yang pernah ditempuh di Universitas AMIKOM Yogyakarta dengan persyaratan akademik RPTU Kaiserslautern-Landau. Menurut penuturan Eli, mata kuliah tersebut memperoleh pengakuan dalam proses penerimaan studi Pandu. Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai kesesuaian bekal kurikulum Informatika dengan kebutuhan pendidikan lanjutan di kampus tujuan, sekaligus menjadi masukan bagi program studi untuk terus menjaga relevansi pembelajaran dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan internasional.

 

Bagi Eli, semangat Pandu dalam membangun karier dan menyiapkan pendidikan merupakan pembelajaran yang dapat dibagikan kepada mahasiswa. Cita-cita tersebut diikuti usaha mengembangkan keterampilan, memperoleh pengalaman kerja, dan mempersiapkan pembiayaan studi.

 

Eli berharap kisah Pandu dapat mendorong mahasiswa Informatika berani memiliki tujuan pendidikan yang lebih luas. Ia ingin pengalaman alumni menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mempersiapkan kemampuan dan mencari kesempatan belajar di luar negeri.

 

Pertemuan di Mannheim menjadi salah satu cara menjaga hubungan program studi dengan alumni sekaligus membawa pulang cerita yang dekat dengan kebutuhan mahasiswa. Melalui perjalanan Pandu, Eli berharap semakin banyak mahasiswa Informatika terdorong membangun kompetensi dan mengupayakan mimpi mereka secara bertahap.

 

 

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Koresponden : Eli Pujastuti