SMK Berbudi Yogyakarta Pelajari Desain dan AI di Universitas AMIKOM Yogyakarta

SMK Berbudi Yogyakarta Pelajari Desain dan AI di Universitas AMIKOM Yogyakarta

Universitas AMIKOM Yogyakarta menerima kunjungan siswa dan guru SMK Berbudi Yogyakarta pada Kamis (15/10/2026) di Ruang Cinema. Kegiatan ini memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperluas wawasan siswa kelas X dan XI Desain Komunikasi Visual (DKV) mengenai proses kreatif, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), serta persiapan menghadapi dunia industri.

 

Melalui pengenalan kampus yang disampaikan Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom., peserta memperoleh informasi mengenai program studi, fasilitas pembelajaran, dan lingkungan kreatif Universitas AMIKOM Yogyakarta. Pengenalan tersebut mencakup fasilitas yang mendukung pembelajaran multimedia, grafis, dan komunikasi.

 

Perwakilan guru pendamping menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami luasnya bidang DKV. Pembelajaran desain tidak terbatas pada desain grafis, tetapi juga berkaitan dengan fotografi, videografi, dan berbagai bentuk komunikasi visual. Wawasan tersebut diharapkan membantu siswa mempersiapkan praktik kerja lapangan serta mempertimbangkan pendidikan lanjutan.

 

Materi desain disampaikan oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Wajar Bimantoro Suminto, S.Sn., M.Des. Ia menjelaskan bahwa kemampuan seorang desainer tidak cukup diukur dari penguasaan perangkat lunak. Desainer juga perlu memahami persoalan, menyusun konsep, dan menjelaskan alasan di balik keputusan visual yang dibuat.

 

Dalam pembahasan tersebut, siswa diajak melihat hubungan antara desain, pesan, dan konteks penggunaannya. Pemilihan warna, misalnya, perlu mempertimbangkan karakter produk, sasaran pengguna, budaya, serta kesan yang ingin dibangun. Dengan demikian, karya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara tepat.

 

Perkembangan AI turut menjadi perhatian dalam diskusi. Wajar menjelaskan bahwa teknologi tersebut dapat membantu sejumlah tahapan pengerjaan desain, termasuk mempercepat pengolahan dan penyempurnaan visual. Namun, hasilnya tetap memerlukan pemeriksaan dan perbaikan oleh desainer.

 

Pemanfaatan AI juga perlu diimbangi dengan penguasaan dasar desain dan pengembangan gagasan pribadi. Ketergantungan pada hasil AI berisiko membuat karya kehilangan ciri khas pembuatnya. Karena itu, siswa didorong mengenali fungsi berbagai perangkat dan memilihnya sesuai kebutuhan pekerjaan.

 

Pembahasan berlanjut pada pentingnya membangun portofolio digital. Siswa diarahkan untuk mengumpulkan karya sekaligus menyertakan penjelasan mengenai konsep dan tujuan pembuatannya. Portofolio menjadi sarana untuk memperlihatkan kemampuan, proses berpikir, serta karakter visual yang terus dikembangkan.

 

Kemampuan berkomunikasi juga menjadi bekal penting. Seorang desainer perlu mampu mempresentasikan gagasan dan menjelaskan hubungan antara konsep dengan hasil akhir kepada klien maupun rekan kerja. Keterampilan tersebut melengkapi kemampuan teknis dalam menghadapi kebutuhan industri.

 

Dalam sesi tanya jawab, peserta membahas kemampuan menggambar, penggunaan AI, serta cara menemukan inspirasi. Siswa didorong untuk terus berlatih, memperkaya referensi, dan mengamati lingkungan sebagai sumber gagasan.

 

Kunjungan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama. Melalui kegiatan ini, Universitas AMIKOM Yogyakarta memberikan ruang bagi siswa SMK Berbudi Yogyakarta untuk mengenali pilihan pendidikan sekaligus memahami bekal kreatif, konseptual, dan komunikasi yang dibutuhkan dalam bidang desain.

 

Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional