Sebanyak 90 peserta dari SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru mengikuti kunjungan edukatif di Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026. Melalui pemaparan materi, diskusi, dan pemutaran film, peserta mempelajari proses produksi animasi serta peluang mengembangkan kreativitas di tengah kemajuan teknologi digital.
Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru, Muhammad Saifudin, S.Si., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran bagi siswa kelas digital. Sekolah telah beberapa kali membawa siswa ke Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk mengenal proses pembuatan film animasi secara langsung.
Menurut Saifudin, animasi mempunyai daya tarik bagi berbagai kelompok usia dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Karena itu, siswa perlu memperoleh wawasan mengenai tahapan di balik sebuah karya, bukan hanya menikmati hasil akhirnya.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi penyemangat dan motivasi bagi anak-anak yang ingin mengembangkan kreativitas di bidang animasi,” ujar Saifudin.
Ia turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan yang mulai digunakan dalam produksi karya digital. Teknologi tersebut perlu dikenalkan kepada siswa secara positif agar dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Materi dari Universitas AMIKOM Yogyakarta disampaikan oleh Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Agus Purwanto, M.Kom. Ia memperkenalkan bidang pembelajaran yang meliputi animasi dua dan tiga dimensi, seni visual, efek visual, permainan digital, pemrograman, dan teknologi interaktif.
Agus menjelaskan bahwa produksi animasi merupakan pekerjaan kolaboratif yang melibatkan berbagai keahlian. Sebuah karya tidak hanya membutuhkan kemampuan menggambar, tetapi juga pengembangan cerita, desain karakter, pengolahan visual, pemrograman, penataan suara, serta pengelolaan produksi.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan menggambar dapat dikembangkan melalui proses belajar dan latihan. Keunikan gagasan, kekuatan karakter, serta konsistensi dalam menghasilkan karya menjadi bagian penting dalam membangun portofolio.
Perkembangan kecerdasan buatan turut menjadi bagian dari pembahasan. Menurut Agus, AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses produksi. Namun, manusia tetap berperan dalam menentukan gagasan, arah kreatif, dan pesan yang ingin disampaikan melalui karya.
Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta mengajukan pertanyaan mengenai waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk membuat film animasi. Agus menjelaskan bahwa durasi produksi bergantung pada skala dan tingkat kerumitan karya. Animasi pendek dapat dikerjakan dalam hitungan bulan, sedangkan film panjang dapat memerlukan waktu beberapa tahun serta melibatkan banyak anggota tim.
Biaya produksi juga menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia, perangkat, teknologi, dan distribusi. Meskipun membutuhkan investasi yang besar, karya animasi dapat dikembangkan lebih luas melalui lisensi, karakter, cendera mata, dan produk turunan lainnya.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pemutaranFilm Animasi _Battle of Surabaya_. Tayangan tersebut memberikan contoh bagaimana cerita, sejarah, teknologi, dan kreativitas dapat dipadukan menjadi sebuah karya animasi.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama. Kunjungan tersebut diharapkan memperluas wawasan siswa SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru mengenai industri animasi sekaligus mendorong mereka untuk menggunakan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan membangun portofolio sejak dini.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional