Universitas AMIKOM Yogyakarta menggelar perpisahan lima mahasiswa Universitas Udayana peserta Program Hibah Riset Mahasiswa Berdampak (HRMB) di Ruang Citra 1, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menandai berakhirnya masa pembelajaran dan pendampingan riset selama sekitar dua bulan di Program Studi Geografi, Fakultas Sains dan Teknologi, untuk mendukung penelitian pertanian melalui teknologi sistem informasi geografis berbasis web atau WebGIS.
Agenda perpisahan berlangsung dalam rangkaian acara apresiasi, penghargaan, dan pelepasan mahasiswa yang juga mencakup BeSA Award 2026 serta pelepasan peserta International Short Course ke University of Baguio, Filipina. Perwakilan Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ni Made Trigunasih, M.P., turut menyampaikan kesan dan pesan secara daring.
Kelima peserta HRMB tersebut adalah Elsa Sinarwati, Nadya Dewi Safitri, Atri Putri Tambunan, Felya Wulandari, dan Ni Wayan Sri Lestari. Program mereka diawali dengan serah terima mahasiswa pada 1 September 2026, bersamaan dengan penandatanganan kerja sama dan kuliah umum bertema “Integrasi Agroteknologi dan GeoAI dalam Pengelolaan Lahan Pertanian Berkelanjutan”.
Menghubungkan Riset Pertanian dengan Teknologi WebGIS
Dalam podcast Universitas AMIKOM Yogyakarta, Felya Wulandari, mahasiswa semester tujuh Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Udayana, menjelaskan bahwa peserta telah melakukan penelitian di Bali sebelum mengikuti pembelajaran di Yogyakarta. Mereka kemudian mempelajari WebGIS untuk menyajikan hasil penelitian melalui peta digital berbasis web.
Kelima mahasiswa membawa topik yang berbeda, meliputi erosi, kekeringan, kesesuaian tanaman, kesuburan tanah, serta perubahan penggunaan lahan. Felya sendiri meneliti erosi dan kaitannya dengan keberlanjutan pertanian di Bali.
“Kita sudah melakukan penelitian di Bali, dan di sini kita mau belajar terkait dengan WebGIS karena nantinya hasil penelitian kita itu luarannya ada website WebGIS tersebut,” ujar Felya dalam podcast.
Bagi Felya, pembelajaran tersebut menjadi pengalaman pertama mempelajari pemrograman untuk pengembangan web. Latar belakangnya di bidang pertanian membuat proses memahami bahasa pemrograman, termasuk JavaScript, menjadi tantangan baru di luar bidang yang selama ini dipelajarinya.
Menurutnya, pengembangan WebGIS juga menuntut pemahaman terhadap penelitian sendiri. Mahasiswa perlu mengetahui informasi yang hendak ditampilkan dan tujuan penyajiannya agar teknologi yang dikembangkan memiliki kegunaan yang jelas.
Pembelajaran dimulai dengan pemberian materi WebGIS selama sekitar dua hingga tiga minggu, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan bimbingan pengolahan hasil penelitian serta penyusunan artikel ilmiah. Felya menilai keterbukaan dan bantuan dosen turut mendukung proses adaptasinya.
“Dosen-dosen di sini sangat ramah, terbuka, dan sangat membantu, terutama saat proses mengolah data untuk pembuatan WebGIS,” tuturnya.
Pengalaman mengikuti kelas WebGIS menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi Felya. Ia melihat pengetahuan tersebut sebagai bekal baru yang dapat mendukung pengembangan kemampuannya ke depan.
Pembelajaran Lapangan dan Pertukaran Pengalaman
Ketua Program Studi Geografi Universitas AMIKOM Yogyakarta sekaligus koordinator pendampingan peserta HRMB, Dr. Ika Afianita Suherningtyas, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa pengalaman peserta juga diperkaya melalui pembelajaran lapangan. Kegiatan tersebut menghubungkan kajian geografi dengan literasi budaya, sejarah, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Peserta antara lain mengikuti pembelajaran di Candi Prambanan serta praktik membatik di Kampung Kauman. Kunjungan ke Prambanan menjadi kesempatan mempelajari keterkaitan aktivitas manusia, warisan budaya, dan pariwisata. Sementara itu, kegiatan membatik memperkenalkan sejarah serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat melalui pengalaman langsung.
Ika menilai pembelajaran lintas kampus memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, interaksi, dan kerja sama mahasiswa. Pertemuan mahasiswa dari wilayah berbeda membuka kesempatan untuk saling mengenal pengalaman serta lingkungan akademik masing-masing.
Bagi Felya, manfaat program juga hadir melalui pertemanan baru dan pengenalan budaya Yogyakarta. Interaksi dengan mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta memberinya kesempatan memahami perbedaan sekaligus belajar menghargainya.
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan belajar lintas kampus dan mencoba bidang baru.
“Saya ingin program ini berjalan terus setiap tahunnya karena memang banyak sekali yang bisa saya dapatkan,” ungkapnya.
Perpisahan peserta HRMB menjadi penutup masa pembelajaran di kampus mitra. Pengetahuan WebGIS, pendampingan penelitian, serta pengalaman berinteraksi dengan lingkungan baru diharapkan menjadi bekal bagi kelima mahasiswa untuk melanjutkan pengembangan skripsi dan penerapan teknologi geospasial di bidang pertanian.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
In Collaboration With : Isnaini Solichah