Yogyakarta – Universitas AMIKOM Yogyakarta menggelar agenda penyambutan enam penerima Fasilitas Ibadah 2025 yang telah kembali setelah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Kegiatan berlangsung di Ruang Citra 2 Universitas AMIKOM Yogyakarta, Kamis (29/10/2026), dan dihadiri jajaran pimpinan serta pegawai universitas.
Enam penerima fasilitas tersebut adalah Bram Pratowo, S.Kom.; Azis Catur Laksono, S.Kom., M.Kom.; Adi Kurniawan, S.Kom.; Anggit Mulat Saktiwi, S.I.P.; Devi Wulandari, S.Kom., M.Kom.; serta Windha Mega Pradnya Dhuhita, M.Kom.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, MM menyampaikan rasa syukur atas kepulangan rombongan dalam keadaan baik serta mendoakan agar ibadah yang telah dilaksanakan menjadi umrah yang mabrur.
Prof. Suyanto juga menyampaikan pesan mengenai empat amalan sebelum tidur yang dikisahkan sebagai anjuran Rasulullah SAW kepada Aisyah, yakni mengkhatamkan Al-Qur’an, berselawat dan mendoakan para rasul, mendoakan orang-orang beriman, serta menunaikan ibadah haji dan umrah. Ia kemudian menjelaskan beberapa amalan sederhana yang memiliki keutamaan besar, di antaranya membaca Surah Al-Ikhlas, berselawat, dan berzikir.
Pengalaman dari Tanah Suci
Agenda penyambutan dilanjutkan dengan berbagi pengalaman dari enam penerima fasilitas. Bram Pratowo mengawali cerita dengan perjalanan rombongan yang berangkat dari Yogyakarta pada 11 Oktober 2026 menuju Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi. Perjalanan sempat diwarnai keterlambatan penerbangan dan antrean di Jeddah, tetapi rombongan akhirnya dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan baik.
Bram juga menceritakan pengalaman ketika mengetahui musala di hotel tempat mereka menginap terhubung dengan suara imam dari Masjidilharam. Setelah menjalankan rangkaian ibadah di Makkah, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madinah.
Azis Catur Laksono membagikan pengalaman yang berkesan ketika pertama kali melihat Ka’bah secara langsung. Baginya, pengalaman tersebut menghadirkan kesan spiritual yang berbeda dibandingkan ketika selama ini hanya melihat Ka’bah melalui layar.
Cerita kemudian dilanjutkan oleh Adi Kurniawan yang mengisahkan pengalaman perjalanan dan suasana selama berada di Tanah Suci. Ia menyampaikan bahwa perjalanan tersebut memberikan kesempatan untuk lebih menenangkan diri sekaligus mensyukuri berbagai hal yang selama ini ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Anggit Mulat Saktiwi menyampaikan terima kasih kepada Universitas AMIKOM Yogyakarta atas fasilitas yang diberikan sehingga ia dapat menunaikan ibadah umrah. Salah satu pengalaman yang paling dikenangnya adalah kesempatan beribadah dekat dengan Ka’bah serta mendapatkan waktu yang cukup untuk berdoa di Raudhah.
Devi Wulandari juga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan yang dapat dilalui dengan lancar. Ia bercerita mengenai pertemuannya dengan jamaah dari berbagai negara, pengalaman melaksanakan badal umrah untuk neneknya, serta kesempatan menjalankan berbagai ibadah selama berada di Makkah dan Madinah.
Devi turut mengingatkan pentingnya mempersiapkan kondisi fisik sebelum keberangkatan karena rangkaian ibadah membutuhkan aktivitas berjalan kaki dalam jarak yang cukup panjang.
Cerita terakhir disampaikan oleh Windha Mega Pradnya Dhuhita. Keinginan untuk berangkat umrah telah ia miliki sejak 2024. Ia bahkan telah menabung dan merencanakan perjalanan bersama ibunya sebelum akhirnya memperoleh kesempatan melalui fasilitas ibadah dari universitas.
Beragam pengalaman yang dibagikan dalam agenda penyambutan tersebut tidak hanya menjadi cerita perjalanan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para penerima fasilitas dan sivitas akademika Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Melalui Fasilitas Ibadah 2025, universitas memberikan kesempatan kepada pegawai untuk menjalankan perjalanan spiritual sekaligus membawa pulang pengalaman dan nilai-nilai yang dapat dibagikan kembali kepada lingkungan kerja.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional