Universitas AMIKOM Yogyakarta mengukuhkan 1.100 lulusan dalam Wisuda Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma Periode ke-100 yang diselenggarakan dalam dua sesi di Grand Pacific Convention Hall, Sleman, Sabtu, 24 Oktober 2026. Momentum ini menandai penyelenggaraan wisuda yang ke-100 sekaligus menjadi catatan baru dengan diwisudanya lulusan pertama Program Doktor Informatika.
Dari seluruh peserta, sebanyak 524 wisudawan dan wisudawati meraih predikat cum laude. Lulusan tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Komputer sebanyak 663 orang, Fakultas Ekonomi dan Sosial sebanyak 375 orang, serta Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 62 orang.
Hingga Wisuda Periode ke-100, Universitas AMIKOM Yogyakarta telah meluluskan 40.900 alumni. Mereka tersebar di berbagai sektor, antara lain teknologi, industri kreatif, bisnis, pendidikan, dan pemerintahan.
Sidang Terbuka Senat dibuka oleh Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M. Prosesi turut dihadiri jajaran Yayasan Amikom Yogyakarta, pimpinan universitas, Senat Akademik, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Sleman, dosen, tenaga kependidikan, orang tua, dan keluarga wisudawan.
Tonggak Pertama Program Doktor Informatika
Wisuda Periode ke-100 menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Universitas AMIKOM Yogyakarta mengukuhkan lulusan Program Doktor Informatika. Sebanyak tiga lulusan doktor mengikuti prosesi wisuda dalam sesi pertama.
Kehadiran lulusan doktor menjadi tonggak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Capaian tersebut memperluas kontribusi institusi dalam menghasilkan sumber daya manusia pada jenjang akademik tertinggi, khususnya dalam bidang informatika.
Dr. Mujianto ditetapkan sebagai wisudawan terbaik jenjang doktor. Ia menyelesaikan Program Doktor Informatika dengan IPK 4,00 dalam waktu tiga tahun serta meraih predikat cum laude.
Pada jenjang magister, Anas Fikri Hanif, M.Kom. menjadi wisudawan terbaik Program Studi Magister Informatika dengan IPK 3,96. Sementara itu, Saiful Irham Wicaksana, M.Kom. menjadi wisudawan terbaik Program Studi Pendidikan Jarak Jauh Magister Informatika dengan IPK 3,96. Keduanya menyelesaikan studi dalam waktu satu tahun enam bulan.
Best of the Best Jenjang S1 dan D3
Penghargaan best of the best jenjang sarjana diberikan kepada Erika Nurhanifah Madani dari Program Studi S1 Geografi. Ia meraih IPK 4,00 dengan masa studi tiga tahun sebelas bulan dan memperoleh predikat cum laude.
Atas pencapaian tersebut, Erika memperoleh pilihan penghargaan berupa beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Magister Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta selama empat semester pada semester genap Tahun Akademik 2026/2027 atau menerima tanda kehormatan wisudawan terbaik.
Sementara itu, Muhammad Fais Al qori dari Program Studi D3 Manajemen Informatika ditetapkan sebagai best of the best jenjang diploma. Ia menyelesaikan pendidikan dengan IPK 4,00 dalam waktu dua tahun sepuluh bulan dan meraih predikat cum laude.
Muhammad Faiz memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 pada Program Studi Sistem Informasi Universitas AMIKOM Yogyakarta. Program studi lanjut tersebut direncanakan berlangsung selama dua semester mulai semester ganjil Tahun Akademik 2027/2028.
Penetapan wisudawan terbaik setiap jenjang dibacakan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas AMIKOM Yogyakarta, Hanif Al Fatta, M.Kom., Ph.D., berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Nomor 122/SK.REK/AMIKOM/X/2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi akademik, kedisiplinan, dan komitmen mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan. Universitas juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing program studi.
Membekali Lulusan dengan Portofolio dan Jejaring
Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M. menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dan proyek. Menurutnya, lulusan membutuhkan portofolio yang dapat menunjukkan kompetensi dan pengalaman ketika memasuki dunia profesional.
“Ilmu itu memang harus dipraktikkan. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki portofolio dari berbagai proyek yang pernah dikerjakan,” ujar Suyanto.
Pengembangan kompetensi tersebut didukung melalui program magang, badan usaha milik Amikom, kerja sama industri, serta program mobilitas internasional. Lingkungan kerja nyata diharapkan memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sebelum menyelesaikan pendidikan.
Rektor juga menanggapi masukan perwakilan wisudawan mengenai perlunya memperluas kesempatan magang, pertukaran mahasiswa, dan jejaring internasional. Universitas AMIKOM Yogyakarta terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai mitra untuk membuka akses pengalaman global, termasuk program pendidikan dan magang di Taiwan, Eropa, dan negara lain.
Selain kemampuan profesional, lulusan diingatkan untuk menjaga kerendahan hati, menghormati orang tua, serta menggunakan pengetahuan secara bijaksana. Kompetensi, menurut Rektor, perlu berjalan bersama integritas agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat.
“Kalau berada di atas, bersyukurlah. Kalau berada di bawah, bersabarlah. Selain memiliki ilmu dan keterampilan, jadilah pribadi yang memiliki kebijaksanaan,” pesannya.
Perwakilan wisudawan dan orang tua juga menyampaikan pengalaman serta harapan mereka. Para lulusan berharap pembelajaran berbasis praktik, pendampingan akademik, program magang, dan komunikasi antara mahasiswa dengan institusi terus diperkuat.
Prosesi wisuda dilanjutkan dengan pengukuhan lulusan dari seluruh program studi, penyerahan penghargaan kepada wisudawan terbaik, pembacaan janji alumni, serta penyerahan bunga kepada orang tua atau wali sebagai ungkapan terima kasih.
Wisuda Periode ke-100 bukan hanya menandai selesainya proses pendidikan, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru bagi 1.100 lulusan. Universitas AMIKOM Yogyakarta berharap para alumni mampu mengembangkan pengetahuan, menciptakan karya, membuka peluang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional
Fadya RY – Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional